Air Mampet Bikin Stres? Ini 3 Tips Cek Sanitasi Saat Survei Lokasi Hunian Baru

Air Mampet Bikin Stres? Ini 3 Tips Cek Sanitasi Saat Survei Lokasi Hunian Baru – Mencari tempat tinggal baru baik itu rumah kontrakan, kost, atau unit apartemen seringkali membuat kita terjebak pada hal-hal visual. Kita cenderung terpesona dengan cat dinding yang baru, furnitur yang instagramable, atau pemandangan kota dari jendela kamar.

Namun, seringkali kita lupa mengecek “jantung” dari kenyamanan sebuah hunian: sistem sanitasi dan perpipaan.

Bayangkan skenario ini: Anda baru saja pindah, barang-barang sudah rapi, tapi saat mandi pagi pertama kali, air menggenang di lantai karena saluran pembuangan mampet. Atau lebih parah, air kran berbau besi dan alirannya sangat kecil. Mimpi indah menempati hunian baru seketika berubah menjadi stres berkepanjangan.

Ini Tips Cek Sanitasi Saat Survei Lokasi Hunian Baru

Sebelum Anda menandatangani kontrak sewa, pastikan Anda melakukan inspeksi sanitasi dengan teliti. Berikut panduannya.

1. Kenapa Masalah Pipa Bisa Jadi Mimpi Buruk?

Berbeda dengan bohlam mati yang tinggal diganti, masalah pipa (plumbing) sering kali tersembunyi di balik dinding atau di bawah lantai keramik.

Pipa yang berkualitas buruk atau instalasi yang asal-asalan bisa menyebabkan kebocoran halus (seepage) yang membuat dinding berjamur dan lembab. Selain tidak sehat untuk pernapasan, perbaikannya membutuhkan biaya besar dan waktu lama karena harus membobok tembok. Inilah sebabnya mengapa kualitas material pipa yang digunakan pengelola gedung atau pemilik rumah sangat krusial.

2. Checklist Pengecekan Saat Survei Lokasi

Jangan hanya melihat-lihat ruangan. Saat Anda melakukan survei (viewing) unit, jadilah sedikit “kepo” untuk memastikan semuanya berfungsi normal:

  • Nyalakan Semua Keran Bersamaan: Buka kran wastafel, shower, dan kran dapur secara bersamaan. Perhatikan apakah debit airnya menurun drastis? Jika ya, berarti tekanan air di unit tersebut bermasalah.
  • Tes Guyur Toilet: Siram toilet dan hitung berapa detik waktu yang dibutuhkan air untuk turun dan tangki terisi kembali. Suara “glug-glug” yang keras bisa menandakan adanya sumbatan pada pipa ventilasi udara.
  • Cek Bau Tak Sedap: Masuklah ke kamar mandi dan tutup pintunya sejenak. Jika tercium bau got atau aroma tidak sedap, kemungkinan besar ada masalah pada floor drain atau instalasi pipa pembuangan yang tidak memiliki leher angsa (jebakan air/trap) yang baik.
  • Perhatikan Noda di Langit-Langit: Jika Anda menyewa unit apartemen di lantai bawah, perhatikan plafon kamar mandi. Noda kecoklatan atau cat yang menggelembung adalah tanda adanya kebocoran pipa dari unit di atas Anda.

3. Trik Aman: “Test Drive” Hunian Dulu

Meskipun Anda sudah melakukan pengecekan di atas, beberapa masalah sanitasi terkadang baru muncul setelah pemakaian rutin selama beberapa hari. Misalnya, saluran air yang mampet perlahan atau air yang berubah keruh di jam-jam tertentu.

Risiko terbesar penyewa adalah terlanjur menandatangani kontrak sewa 1 tahun, namun ternyata unitnya bermasalah. Uang deposit bisa hangus, dan Anda terjebak dalam ketidaknyamanan selama setahun penuh.

Untuk menghindari risiko ini, ada baiknya Anda tidak langsung berkomitmen jangka panjang. Pertimbangkan untuk mengambil opsi sewa apartemen bulanan terlebih dahulu. Opsi ini memberikan Anda fleksibilitas untuk “menguji” kualitas bangunan, kelancaran air, dan respon manajemen gedung (teknisi) saat ada keluhan.

Jika setelah satu atau dua bulan terbukti sistem sanitasi dan airnya lancar jaya, barulah Anda bisa dengan tenang memperpanjang sewa ke durasi tahunan untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Kesimpulan

Jangan biarkan tampilan luar yang cantik menipu Anda. Air yang lancar dan pembuangan yang higienis adalah syarat mutlak kenyamanan tempat tinggal. Luangkan waktu untuk mengecek detail sanitasi, dan manfaatkan fleksibilitas sewa bulanan untuk memastikan Anda mendapatkan hunian yang bebas dari drama pipa mampet.

Simak informasi menarik lainnya hanya di indopipe.id.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja